Tuesday, Sep 23rd

Last update10:32:54 PM GMT

KB SPIRAL, AMANKAH

E-mail Print PDF

ALAT KB SPIRAL (AKDR) BISA JALAN SAMPAI KE JANTUNG, MAMPIR DI OTAK

(Ny. Lili Ong Tio, Pasar Serpong)
TANYA:

"Dokter yang baik,
Saya ny. Lili Ong, mau menanyakan masalah Spiral.
Kata dokter Ahli saya, spiral itu alat KB yang paling baik. Tapi kata tetangga saya tidak baik dan berbahaya, katanya, kalau lepas, bisa jalan sampai ke Jantung, paru-paru dan katanya, kalau sedang sial, ada yang sampai ke otak.
Anak saya sekarang sudah tiga orang, masih kecil semua, 4 tahun, dua tahun dan 6 bulan.
Sebetulnya Spiral itu apa ya dok? Apa betul berbahaya? Dan bagaimana kerjanya spiral?
Terima kasih banyak ya dokter.
Salam yaa"

JAWAB:

Ibu Lili Ong yang baik,

Sejarah awalnya Spiral (IUD=Intra Uterin Device) (AKDR=Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), adalah ditemukan oleh bangsa Arab jaman dulu, yang selalu berdagang dari satu 'Kota' ke 'kota' yang lain melalui padang pasir yang luas dan tandus dengan mengendarai Unta.
Khawatir Unta mereka hamil, mereka menaruh 'batu ukuran kecil saja' yang sudah dicuci, kedalam rahim Unta betina.
Ternyata dengan adanya "benda asing" di dalam rahim maka kehamilan dapat di cegah.
Sesampai di tempat tujuan, batu di keluarkan, dan Unta dapat hamil kembali.
Pada saat dilakukan penlitian, ternyata benda asing di dalam rahim menimbulkan efek yang luar biasa:
@ sifat benda asingnya, menyebabkan sperma kehilangan 'perintah kimia' untuk menemukan dimana ovum berada, sehingga dia terputar-putar tidak karuan.
@ benda asing menyebabkan rahim terus berdenyut, menyebkan sperma semakin kehilangan arah, selain itu "nidasi"pun menjadi tidak terkendali.
@ benda asing juga merangsang sel Macrofag keluar dari sarangnya, dan memakan segala yang ada, termasuk sperma dan ovum. Dan banyak lagi reaksi kimia yang kompleks sehingga pembuahan tidak terjadi, dan sulit tertanam di rahim.

Begitulah kerja Spiral bu.
Kenapa disebut Spiral? Karena dahulu, bentuk awal IUD mirip spiral. Walaupun sekarang bentuknya macan-macam (cupper-T, Nova-T, dll.), tapi namanya kadang tetap disebut spiral.
Spiral pada manusia juga cuma di letakkan di dalam rahim begitu saja, seperti "tersangkut" (sebagaimana layaknya cincin tersangkut di jari manis). Tidak di tanam, dan juga tidak di jahit.
Dengan demikian memasang spiral sangatlah mudah, demikian juga mencabutnya. Bagi dokter yang sudah Ahli, hanya memerlukan waktu 1 sampai 2 menit.
Agar spiral tidak menimbulkan gangguan, , maka biasakanlah mengontrol posisi spiral 3 bulan sekali, paling malas 5-6 bulan sekali dengan alat USG.
Bila sudah 3 (tiga) tahun, ada baiknya diganti. Walaupun spiralnya dikatakan, yang untuk 5 tahun, 8 tahun, dan bahkan yang untuk seumur hidup, sebaiknya pertimbangkan untuk diganti setelah 3 tahun, karena spiral yang terlalu lama juga dapat menimbulkan calsifikasi (diselubungi zat kapur) sehingga tidak evektif lagi.
Dan... sebagai penutup diskusi..., untuk cerita-cerita tetangga, bahwa spiral 'yang sedang iseng' bisa jalan-jalan dan masuk sampai ke-otak, jelas sangat-sangat-sangat tidak mungkin, karena dinding rahim itu sangatlah kokoh. Bila janin kecil dalam rahim tidak bisa keluar dari rahim, dan jalan-jalan ke otak/jantung dan paru-2.., apalagi Spiral.. Pastilah hal itu tidak mungkin.

Semoga jawabannya memuaskan ibu Lili Ong

Salam sejahtera selalu bu..
Wassalam
(Dr. M. Taufik Ch SpOG)